Setiya Pimpin Fpti Diy Periode 2018-2022

SETIYA PIMPIN FPTI DIY PERIODE 2018-2022

Setiya resmi memimpin Pengurus Daerah Federasi Panjat Tebing Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (Pengda FPTI DIY), setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) FPTI DIY Periode 2018-2022 yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY pada Rabu (21/11/2018). Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Kabupaten (Pengkab) FPTI Bantul ini, menggantikan Ketua Umum Pengda FPTI DIY Demisioner Dr. Ria Lumintuarso, M.Si., yang telah habis masa jabatannya pada tahun 2018. Melalui Sidang Pleno, Setiya juga menjabat sebagai Ketua Tim Formatur, berikut dengan Sulthoni Sulaiman, Amar Syah, Atmaja, Paulina, Heri Indrianto, dan Haidir Ari yang menjadi Anggota Tim Formatur, untuk membentuk kepengurusan Pengda FPTI DIY Periode 2018-2022.  

"Alhamdulillah Musda FPTI DIY berjalan lancar, saya sampaikan terima kasih kepada Pengurus Daerah FPTI DIY yang telah demisioner, juga Pengkab/Pengkot se-DIY yang telah berpartisipasi dalam Musda," ujar Setiya dalam sambutan yang disampaikan seusai Musda.  

Dalam masa kepimpinannya selama empat tahun ke depan, pria yang menjadi calon tunggal Ketua Umum Pengda FPTI DIY ini akan mengusung lima hal. Pertama melalui kata kunci 'hebat', dalam arti ingin mencetak dan menciptakan atlet daerah menjadi atlet panjang tebing kelas internasional, sekaligus atlet hebat yang dapat mengharumkan nama bangsa Indonesia di ajang internasional. Menurutnya hal ini menjadi wujud kontribusi DIY untuk Indonesia, yang tentu harus melalui proses yang panjang. Kedua 'sehat', dirinya ingin cabang olahraga (cabor) panjat tebing menjadi bagian dari olahraga masyarakat, seperti halnya sepak bola dan bulutangkis yang telah mendunia. Itu juga tak lepas dari kontribusi ingin memasyarakatkan olahraga menuju masyarakat yang sehat.

Ketiga 'semangat', dirinya meyakini bahwa panjat tebing dapat memunculkan semangat dan menjadi olahraga pilihan yang positif bagi generasi muda, terutama dalam hal penguatan karakter, dan sebagainya. Keempat 'manfaat', melalui pengelolaan manajemen panjat tebing yang baik diharapkan dapat memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat pula. Misal bersinergi dengan bidang pariwisata, dan lainnya. Kelima 'kuat', terutama dalam hal organisasi pengda maupun pengkab/pengkot. Diakui, suatu organisasi tidak mungkin dapat berjalan dan berkembang menjadi besar, apabila tidak menggandeng semua pihak. Terlebih, pengda memiliki kewajiban untuk membina organisasi di bawahnya. Sebab mereka ini yang justru memiliki sumber daya atlet di daerah.

"Saya pribadi sebagai orang baru dalam panjat tebing, berharap bisa bersinergi dengan seluruh potensi di DIY. Dengan bantuan semua pihak, mari bersama-sama wujudkan mimpi menjadi kenyataan," jelasnya.    

Wakil Ketua Umum PP FPTI Ferry Ardianto yang hadir mewakili Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza turut menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Umum Pengda FPTI DIY terpilih. Ucapan terima kasih pun juga disampaikan kepada Dr. Ria Lumintuarso, M.Si., serta Pengurus FPTI DIY Demisioner Dalam kesempatan ini dia berharap, DIY dapat kembali mencetak atlet-atlet berprestasi seperti sebelumnya. Tidak dipungkiri bahwa keberadaan DIY sendiri tidak bisa terlepas dari sejarah FPTI. Banyak prestasi yang ditorehkan atlet-atlet DIY di cabor ini, seperti Agung Etti Hendrawati yang pernah menjadi juara dunia panjat tebing. Namun dia menilai belakangan hal tersebut sedikit kendur, entah karena faktor kehabisan atlet atau lainnya. Namun demikian, Ferry melihat potensi DIY masih ada, terlebih ada satu atlet asal Sleman, DIY, yakni Seto yang berkesempatan mengikuti ajang Asian Youth Championship 2018 lalu, dan dibidik untuk mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Olimpiade Tahun 2020 mendatang.

"Pada 2019, kami akan memulai roadmap untuk Olympic 2020. Untuk menuju ke sana, butuh dukungan dari rekan-rekan semua karena ada satu atlet DIY yang dibidik untuk pelatnas jangka panjang. Harus disupport semua, dan ini membutuhkan dukungan pula dari pemerintah baik kabupaten maupun provinsi. Sebab tidak dipungkiri, sejauh ini olahraga tidak menjadi prioritas. Saya juga berharap organisasi FPTI DIY ke depan dapat berjalan baik," kata Ferry.

Sementara itu Ketua Umum Pengda FPTI DIY Demisioner Dr. Ria Lumintuarso, M.Si., berharap ke depan Ketua Umum Pengda FPTI DIY Periode 2018-2022 terpilih bisa membawa FPTI DIY lebih baik dari sebelumnya. Sembari menyampaikan permohonan maaf, Ria mengakui bahwa dalam kepemimpinannya lalu, pihaknya belum bisa bekerja secara optimal dan masih jauh dari yang diharapkan. Namun demikian, berbagai hal yang sudah dilakukan sebelumnya semoga dapat melahirkan perjuangan yang lebih baik di masa mendatang. Turut hadir dalam Musda Pengda FPTI DIY Periode 2018-2022, Anggota Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DIY Drs. Awan Hariono, M.Or., serta perwakilan Pengkab/Pengkot FPTI se-DIY.

Caption Foto : (kanan) Ketua Umum Pengda FPTI DIY Demisioner Dr. Ria Lumintuarso, M.Si., berjabat tangan dengan Ketua Umum Pengda FPTI DIY Periode  2018-2022 terpilih Setiya (kiri) seusai Musda FPTI DIY di KONI DIY pada Rabu (21/11/2018).

Foto & Teks : Bidang Media dan Humas KONI DIY












ARTIKEL TERKAIT


Siwo Pwi Diy Bersiap Helat Rakernas Dan Porwada 2018
10 April 2018
SIWO PWI DIY BERSIAP HELAT RAKERNAS DAN PORWADA 2018
Selain silaturahmi, dalam kedua event terutama Porwada, juga untuk menjaring atlet menuju Porwanas di Papua mendatang
Koni Diy Sayangkan Peristiwa Kerusuhan Antarkelompok Pendukung Sepakbola Di Diy
04 Juni 2018
KONI DIY SAYANGKAN PERISTIWA KERUSUHAN ANTARKELOMPOK PENDUKUNG SEPAKBOLA DI DIY
Klub sepakbola DIY perlu merapatkan barisan bersama-sama, PSSI, Asprov PSSI DIY, Askab/Askot PSSI, & kelompok suporter. KONI DIY juga akan berperan aktif untuk mengedukasi suporter DIY agar tidak terkontaminasi suporter luar yang cenderung destruktif
Ikuti Kejurnas 2018, Faji Diy Bertekad Pertahankan Gelar Juara
06 Desember 2018
IKUTI KEJURNAS 2018, FAJI DIY BERTEKAD PERTAHANKAN GELAR JUARA
Selamat bertanding dan sukses, semoga kegiatan ini bisa sebagai tolak ukur buat tim dalam rangka Pra-PON atau PON, juga pembinaan prestasi FAJI DIY. Harapan KONI DIY, bisa jadi titik awal untuk mengetahui kemampuan tim