Burung Derkuku Dari Banyumas Jadi Pemenang Logo Porda Xv

BURUNG DERKUKU DARI BANYUMAS JADI PEMENANG LOGO PORDA XV

Desain obor api menyala berbentuk burung derkuku, terpilih menjadi karya terbaik dalam Sayembara Logo Pekan Olahraga Daerah (PORDA) XV Tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Yogyakarta. Karya dari Wahyu Purnomo asal Banyumas Jawa Tengah tersebut, mengalahkan Tessa Widi Yovenski dan FX Indra Gunawan yang masing-masing menempati peringkat kedua dan ketiga. Sedangkan dalam hal Maskot, karya Natalia Hasti Lumenta berjudul Drekuku menempati peringkat pertama. Disusul Maskuku karya Sidiq Triwibowo di peringkat kedua, dan Si Yora karya Ikhan Dwiono pada peringkat ketiga.

Dikemukakan oleh Ketua Dewan Juri Sayembara Logo dan Maskot PORDA XV Sasongko Iswandaru pada Jum'at (19/10/2018), bahwa karya desain para pemenang dinilai paling sesuai dengan kriteria. Baik dalam hal orisinalitas karya, estetika, dan terutama relevansinya dengan visi misi KONI Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah PORDA XV Tahun 2019 mendatang. Seperti yang tertera pada desain logo sederhana dari sang pemenang. Di dalamnya terdapat lima warna dengan tiga lingkaran yang digambarkan di bawah paruh burung derkuku. Mulai dari hijau, biru, merah, hingga kuning, yang melambangkan solidaritas dan sportivitas dalam olahraga. Kemudian pada desain maskot pemenang, digambarkan burung derkuku yang memiliki semangat dan menonjolkan budaya dengan busana adat yang dikenakannya.            

"Hadiah untuk pemenang, masing-masing sebesar Rp 6,5 juta untuk juara pertama, Rp 3,5 juta untuk runner-up, dan Rp 2 juta untuk juara ketiga," ujar Ketua Panitia Lomba Logo dan Maskot PORDA XV Pradopo, seperti dilansir melalui laman koni.jogjakota.go.id pada 22 Oktober 2018.

Ketua Umum KONI Kota Yogyakarta Tri Joko Susanto mengatakan, antusiasme masyarakat yang ikut serta dalam sayembara terbilang bagus. Tidak hanya berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), namun juga Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Kalimantan Tengah. Setidaknya ada 49 peserta yang mendaftarkan diri dalam pendaftaran sayembara yang berlangsung pada 1-15 Agustus 2018, dan 32 peserta yang menyerahkan berkas pada 10-31 Agustus 2018. Dalam hal ini pihaknya juga berencana menemui para pemenang, untuk meminta izin melakukan sedikit perubahan dalam desain logo dan maskot.

Sementara itu Ketua Umum KONI DIY Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., yang sebelumnya menerima audiensi Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan jajaran KONI Kota Yogyakarta pada 29 September 2018, turut mengapresiasi upaya Walikota maupun KONI Kota dengan menggelar Sayembara Logo dan Maskot dalam rangka menyukseskan PORDA XV Tahun 2019 mendatang. Hal ini menjadi langkah bagus, terlebih turut memberdayakan masyarakat di dalamnya.      

Foto Caption : (kiri) Ketua Umum KONI DIY Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., ketika membahas dan memberikan masukan terkait desain logo PORDA XV Tahun 2019 dengan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan jajaran pengurus KONI Kota Yogyakarta di kantor KONI DIY pada 29 September 2018.  

Foto & Teks : Bidang Media dan Humas KONI DIY





ARTIKEL TERKAIT


Pimpin Pgi Diy, Junaidi Target Diy Tuan Rumah Pra-pon
28 Desember 2018
PIMPIN PGI DIY, JUNAIDI TARGET DIY TUAN RUMAH PRA-PON
Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Target, pertama tentu ingin DIY menjadi tuan rumah Pra-PON. Sudah nego dengan PB (PGI), untuk hal itu bersaing dengan Sulsel. Sekali-kali Pra-PON di Yogyakarta, semoga saja terwujud
Technical Meeting Cabor Porda Xiv/2017 Diy Mulai Digelar
17 Juli 2017
TECHNICAL MEETING CABOR PORDA XIV/2017 DIY MULAI DIGELAR
Ketua Umum KONI DIY dr. Hadianto Ismangoen didampingi Ketua I Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes, AIFO, dan Sekretaris Umum Drs. Agung Nugroho, M.Si ketika memimpin Rapat PORDA XIV 2017 DIY beberapa waktu lalu.
Kejuaraan Nasional Taekwondo Aau-bti Cup Tahun 2018 Targetkan 1.600 Peserta
16 Mei 2018
KEJUARAAN NASIONAL TAEKWONDO AAU-BTI CUP TAHUN 2018 TARGETKAN 1.600 PESERTA
Pertandingan ini juga bisa menjadi ajang try in bagi para atlet pemusatan latihan daerah (puslatda) DIY, juga kesempatan bertanding bagi para atlet junior