Api Obor Asian Games 2018 Diarak Pertama Kali Di Yogyakarta

API OBOR ASIAN GAMES 2018 DIARAK PERTAMA KALI DI YOGYAKARTA

Api abadi Torch Relay Asian Games 2018 yang didatangkan dari India, akhirnya tiba dan mendarat di Indonesia, tepatnya di Lanud Adisutjipto Yogyakarta pada Selasa (17/07/2018) pukul 08.00 WIB. Api yang dibawa oleh mantan pebulutangkis Indonesia legendaris Susi Susanti beserta rombongan ini, diterbangkan dengan menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara Boeing A-7307. Adapun kedatangannya di Yogyakarta, disambut dan diterima secara langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE., MM., dengan didampingi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwana X, dan Chief of INASGOC Erick Thohir.

Menempuh perjalanan sekitar 11 jam, proses mendatangkan api ini terbilang cukup unik. Mengingat sebelumnya sempat terkendala di bandara India setempat, terutama ketika akan dibawa ke Indonesia. Hal itu tak lepas dari prosedur otoritas bandara setempat yang mengutamakan keselamatan dan keamanan. Namun usai meminta dan mendapatkan izin dari otoritas yang berwenang, akhirnya api pun bisa dibawa dengan menggunakan pesawat terbang. Tersimpan dalam lentera khusus yang kedap dan kuat di bagian bawah, api ini dijamin keasliannya dari India terlebih dengan gas yang sekali isi mampu bertahan hingga 10 jam.

"Api menyala terus, tidak pernah mati, lentera kedap dan bagian bawah kuat sekali, dijamin api dari India. Perlu kami sampaikan bahwa api Asian Games dibawa dengan pesawat TNI Angkatan Udara dan didukung 16 kru, termasuk di dalamnya Ibu Susi Susanti," ujar KASAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna, SE., MM., dalam press conference yang disampaikan di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta pada Selasa (17/07/2018).

Chief of INASGOC Erick Thohir menjelaskan, sebelum dikirab keliling Kota Yogyakarta pada Rabu (19/07/2018) pagi, terlebih dahulu api dari India ini diinapkan semalam di Museum Dirgantara Mandala. Lalu dibawa ke Candi Ratu Boko untuk diserahkan kepada Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, M.Si., dan diperkenalkan lebih dekat kepada masyarakat, baru kemudian disatukan dengan api abadi dari Mrapen, Purwodadi di Candi Prambanan pada Selasa (18/07/2018) malam. Sesudahnya api kemudian dibawa dan diinapkan semalam di Pagelaran Kraton Ngayogyakarta. Dalam proses penyatuan api, direncanakan Wakil Presiden Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla dan beberapa pejabat akan turut hadir di dalamnya. Sekitar 20 orang juga dijadwalkan akan membawa api obor mengelilingi Yogyakarta, dan 10 di antaranya merupakan atlet-atlet DIY yang memiliki prestasi di kancah nasional maupun internasional. Adapun rute kirab yang berjarak sekitar 11 kilometer (km) dan dimulai pada pukul 07.00 WIB ini, direncanakan bermula dari Pagelaran Kraton Ngayogyakarta - Titik Nol Km - RS PKU Muhammadiyah - Jalan Bhayangkara - Jalan Pasar Kembang - Teteg - Malioboro - Titik Nol KM - Pojok Beteng Wetan - Pojok Beteng Kulon - Ngabean - Ngampilan - Pingit - Tugu Yogyakarta     

"Di Prambanan ini penting terutama untuk promosi budaya, musik, dan mengenalkan ke masyarakat, juga negara peserta yang ada 45 negara, dan apa yang dilakukan ini Asian Games terbesar dalam jumlah peserta, terakhir ada 16.920 atlet dan ofisial. Alhamdulillah dunia percaya dengan Indonesia, mudah-mudahan ini bisa dijaga dan sukses kalau bersatu semuanya," kata Erick Thohir.

Dalam kesempatan yang sama, mantan pebulutangkis Indonesia legendaris Susi Susanti menyampaikan ucapan terima kasih karena telah dipercaya menjadi Brand Ambassador Torch Relay Asian Games 2018. Menurutnya ini suatu kebanggaan dan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi dirinya. Melalui ajang tersebut istri pebulutangkis legendaris Alan Budikusuma ini berharap, semangat kebersamaan dan persahabatan bisa disebarkan, dan Indonesia tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, namun juga prestasi.

"Saya atas nama Pemerintah Daerah dan warga masyarakat Yogyakarta, berterima kasih sekali di mana api Asian Games ini dimulai dari Yogyakarta untuk Indonesia. Ini penghargaan bagi seluruh warga masyarakat di DIY, dan yang kedua kali Asian Games berada di Indonesia, harapan saya semoga Asian Games ini sukses adanya dan kami mendukung sepenuhnya. Semoga saja perjalanan api ini sesuai dengan target waktu hingga pembukaan Asian Games," imbuh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X.    

Usai dari Yogyakarta, Api Obor Asian Games 2018 untuk selanjutnya akan dibawa mengelilingi Indonesia seperti Kota Surakarta, Blitar, Probolinggo, Bondowoso, Banyuwangi, Denpasar, Mataram, Raja Ampat, Sorong, Makassar, Banjarmasin, Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bukittinggi, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Purwakarta, Bandung, Bogor, hingga Jakarta. Ada 54 kota yang akan disinggahi selama 35 hari, dengan jarak sekitar 18.000 km. 

Foto & Teks : Bidang Media dan Humas KONI DIY










ARTIKEL TERKAIT


Perdana, Koni-npc Diy Integrasikan Pelaksanaan Porda & Peparda Diy Tahun 2019
07 Februari 2019
PERDANA, KONI-NPC DIY INTEGRASIKAN PELAKSANAAN PORDA & PEPARDA DIY TAHUN 2019
Kesimpulannya dalam rapat, sepakat PORDA dan PEPARDA Tahun 2019 dapat diadakan bersama
Rat Koni Diy Digelar 7 April 2018
17 Februari 2018
RAT KONI DIY DIGELAR 7 April 2018
Persiapan dan persyaratan RAT sudah tersusun, tinggal finishing dan action saja. Dalam rapat kali ini ditetapkan pada 7 April 2018. Untuk pelaksanaan Musordalub akan dibahas dalam RAT nantinya.
Satu Bacalon Terdaftar Dalam Tim Penjaringan & Penyaringan Ketua Umum Koni Diy
07 Mei 2018
SATU BACALON TERDAFTAR DALAM TIM PENJARINGAN & PENYARINGAN KETUA UMUM KONI DIY
Hingga hari terakhir pendaftaran pada 5 Mei 2018, hanya ada satu bacalon yang mendaftar dan memenuhi persyaratan dengan minimal 10 pemilik suara. Yakni Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO.