Atlet Pentathlon Diy Jalani Short Training Di Korea Selatan

ATLET PENTATHLON DIY JALANI SHORT TRAINING DI KOREA SELATAN

Satu-satunya atlet Pelatnas Asian Games 2018 cabang olahraga (cabor) Modern Pentathlon Indonesia (MPI) asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yakni Adrianida Irma Saleh, bersama kelima rekannya mengikuti short training di Korea Selatan pada 28 Mei hingga 7 Juni 2018. Dalam kesempatan tersebut, dara 21 tahun ini, tidak hanya menjalani pelatihan namun juga mengikuti kompetisi MPI yang digelar di Negeri Ginseng tersebut. Memiliki basic sebagai atlet berenang dengan spesialisasi gaya bebas, serta menembak nomor air pistol, Adrianida yang merupakan kelahiran Yogyakarta ini lolos seleksi sebelumnya dan berkesempatan mengikuti Pelatnas sejak Januari 2018 lalu. Untuk diketahui, cabor MPI sendiri meliputi lari, anggar, berkuda nomor jumping, selain berenang, dan menembak.

"Tentu fisik sangat dibutuhkan dalam Pentathlon, persiapan sejauh ini sudah baik dan masuk dalam tahapan latihan berat. Di mana salah satunya mengikuti short training di Korea Selatan. Selain berenang dan menembak, Adrianida sekarang juga sudah mahir berkuda jumping," ujar Agung Purwandono Saleh, selaku orang tua atlet kepada Bidang Media dan Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY melalui sambungan seluler pada Senin (28/05/2018).            

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Perwasitan dan Perlombaan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) DIY ini berharap, Adrianida yang juga mahasiswi semester VI Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu bisa lolos dan masuk dalam tim inti MPI setelah short training. Hal ini tak lepas dari kuota dua atlet putra dan dua atlet putri yang akan berlaga di Asian Games 2018. Seperti diketahui, saat ini ada enam atlet yang tengah menjalani short training. Selain Adrianida, atlet putri ada Dea Salsabila dan Maharani Azhri Wahyuningtyas. Kemudian tiga atlet putra yakni Yusri, Frada Saleh Harahap, dan M Taufik. Di Korea Selatan, mereka didampingi oleh tim pelatih yaitu Glen, Ema Malahavari, dan Abdul Kholik.    

"Mudah-mudahan yang pertama ini bisa mengawali di DIY, karena di KONI belum ada dan masih di bawah KOI. Harapan bisa menampilkan yang terbaik, mudah-mudahan bisa masuk dalam tim inti dan meraih medali. Mohon doa restunya," jelas dia. 

Sementara itu Ketua Umum KONI DIY terpilih Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes., AIFO., mengatakan bahwa pada prinsipnya KONI DIY mendukung kesuksesan atlet. Terlebih pada Asian Games 2018 ini, Indonesia baru pertama kali berpartisipasi dalam salah satu cabor Olimpiade tersebut. Dan di dalamnya terdapat salah satu atlet dari DIY. Tidak hanya di cabor MPI, dirinya pun berharap para atlet DIY lainnya juga dapat berlaga dan berprestasi di Asian Games 2018. Seperti Ade Candra Rachmawan, Gilang Ramadhan, dan Yokobed Purari Eka S di subcabor voli pasir. Lalu Fitriyani di cabor panjat tebing, Elan Riyadi di cabor balap sepeda, Prima Wisnu Wardhana dan Okka Bagus Subekti di cabor panahan, hingga Toga P dari cabor judo.
      
Caption Foto : (kedua dari kiri) Atlet Pentathlon DIY Adrianida Irma Saleh ketika berfoto bersama dengan Tim Pelatnas MPI baru-baru ini.

Foto : Istimewa , Teks : Bidang Media dan Humas KONI DIY







ARTIKEL TERKAIT


Prof. Djoko Resmi Menjabat Ketua Umum Koni Diy Periode 2017-2021
11 Juli 2018
PROF. DJOKO RESMI MENJABAT KETUA UMUM KONI DIY PERIODE 2017-2021
Ke depan bersama-sama DIY juga memiliki tugas berat, terutama di PON XX 2020 Papua mendatang, paling tidak nanti harapannya bisa menyamai prestasi seperti Gusti Prabu di PON Jabar sebelumnya, yang berhasil masuk 10 besar dengan meraih 16 medali emas
Siwo Pwi Diy Bersiap Helat Rakernas Dan Porwada 2018
10 April 2018
SIWO PWI DIY BERSIAP HELAT RAKERNAS DAN PORWADA 2018
Selain silaturahmi, dalam kedua event terutama Porwada, juga untuk menjaring atlet menuju Porwanas di Papua mendatang
Nahkoda Baru Ptmsi Diy Berambisi Cetak Atlet Potensial
10 Maret 2018
NAHKODA BARU PTMSI DIY BERAMBISI CETAK ATLET POTENSIAL
Turut mendorong adanya pembinaan prestasi di usia muda dan kelompok umur. Juga sekaligus dipertimbangkan tentang pengadaan venue cabang olahraga (cabor) untuk latihan bersama.